Saturday, October 11, 2008

EKONOMI SOSIALISME

Sosialisme sebuah ide.
Telah diketahui bersama bahwa sosialisme merupakan hasil pemikiran yang sangat mempengaruhi abad modern, terutama dalam hal perekonomian. Banyak orang memiliki interpretasi yang berbeda atas sosialisme, hal ini disebabkan masih adanya suatu perdebatan dan kerancuan dalam mendefinisikannya, entah definisi bahwa sosialisme adalah ekonomi kerakyatan, entah anti kapitalisme dan banyak hal lainnya, tetapi di dalam berbagai pendapat tadi ada satu hal yang menjadi roh sosialisme, yaitu citca-cita untuk menyejahterakan manusia.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia karangan balai pustaka, sosialisme adalah suatu ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yang berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik Negara. Sifat yang terkandung adalah sosialistis, yaitu bersifat memihak kepentingan Negara dan masyarakat.
Jadi merupakan hal yang tepat jika dapat disimpulkan bahwa sosialisme merupakan paham kenegaraan dan perekonomian dengan tujuan menyejahterakan rakyat.
Rakyat menjadi subyek atau pelaku sosialisme, sebagai langkah mencapai kehidupan yang lebih baik.

Marx (1818-1883) : Pikiran untuk rakyat.
Marx lahir dari keluarga yahudi kelas menengah di Trier, Jerman pada tahun 1818. Marx sangat tertarik dengan ide Hegel tentang kemajuan dan perubahan. Maka ia memiliki ide bahwa kondisi ekonomi saat itu yang notabene dikuasai oleh kaum kapitalis adalah kondisi yang tidak ideal dan harus tercipta perubahan. Maka Karl Marx lebih banyak mempelajari operasi dari ekonomi kapitalis dan menganalisis masalah-masalah yang muncul dalam kapitalisme.
Kemudian ia berpendapat bahwa masalah-masalah ini tidak bisa disembuhkan dengan kebijakan ekonomi atau dengan tindakan-tindakan lain secara lebih baik, karena mereka adalah karakteristik esensial dari kapitalisme.
Menurut marx, masalah-masalah ini justru akan berlanjut dengan lebih cepat dan pada akhirnya akan menghancurkan ekonomi kapitalis. Maka tercetuslah sosialisme, yang sangat berpengaruh itu.
Tulisan-tulisan Marx berusaha memahami bagaimana ekonomi kapitalis bekerja, dan di mana tempat kapitalisme dalam sejarah ekonomi manusia. Marx memandang kapitalisme hanya sebagai satu fase proses sejarah ekonomi.
Menurut Marx ada 2 hal yang membuat kapitalisme bisa runtuh:
Yang pertama, kapitalisme mencari kekayaan dan menggunakannya untuk mendapatkan kekayaan yang lebih banyak lagi, hal itulah yang menyebabkan eksploitasi habis-habisan manusia, yang akan menyebabkan pergerakan kaum buruh.
Yang kedua, kapitalisme dicirikan oleh desakan tanpa akhir menuju ke monopoli dan konsentrasi ekonomi, itulah yang menyebabkan pasar dikuasai oleh kaum kaya sedangkan akibatnya adalah matinya perekonomian kecil, seperti pasar tradisional, tingkat kesejahteraan akan menurun dan masyarakat tidak lagi sejahtera dengan demikian para kapitalis tidak memiliki cukup sasaran pasar, dan tak ada lagi sumber daya yang dieksploitasi.
Dan yang terakhir, kekuatan yang akan melenyapkan kapitalisme adalah kecenderungan menurunnya tingkat keuntungan. Tiga unsur yang selalu terkandung dalam kapitalisme ini akan menyebabkan kapitalisme runtuh dan justru akan mengalami pergeseran.
Maka dengan ini sosialisme dengan rakyat sebagai pelakunya menyingkirkan istilah proletar yang dimiliki kapitalisme, dengan demikian tak ada lagi pemilik modal dan alat produksi, karena semua dikelola oleh Negara, untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama.
Pada akhirnya tampak bahwa Marx meremehkan kelenturan dari system kapitalis dan kemampuannya. Tetapi meskipun ada cacat dalam prediksinya, mungkin tak seorangpun yang lebih baik daripada Marx dalam memahami dinamika system kapitalis dan ketegangan yang ditimbulkannya di antara pihak yang terlibat.

Sosialisme dan Abad Komputer.
Saat ini hamper semua mengacu pada pasar, pasar yang menetukan, perlombaan besar-besaran terus berpacu, lalu muncul pertanyaan reflektif, Dimana posisi Sosialisme di masa teknologi ini, yang peredaran uang dapat terus berubah, dalam sepersekian detik?
Hanya kesadaran nyata yang bisa menjawab pertanyaan ini, dengan bertolak pada kenyataan bahwa masih banyak rakyat miskin di seluruh dunia, sedangkan Negara maju terus maju meninggalkan Negara ketiga.
Dapat kita sadari bahwa sosialisme masih dibutuhkan, tetapi aplikasinya akan sangat sulit, karena sekarang uang dan peredarannya sangat cepat, sedangkan alat produksi tidak akan bisa direbut bahkan Negara sekalipun, jika suatu Negara ingin menerapkan sosialisme, maka Negara tersebut harus siap untuk menjadi sangat militer karena untuk memebatasi alat produksi masyarakat akan sangat sulit, tetapi siapa yang tahu 100 tahun kedepan apa yang akan terjadi, dan mungkin sosialisme menjadi pioneer sebagai batu lonjakan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat.



No comments:

Post a Comment